Bulan Survei

founder idec
founder idec

Bulan depan, tepat 23 September 2019 genap satu tahun jelang pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. Total jumlah daerah yang akan melaksanakan Pemilu, sebanyak 270 daerah yang terdiri dari  9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Berdasarkan pengalaman kami, waktu satu tahun jelang Pemilu seperti saat ini adalah masa yang tepat bagi setiap kandidat yang memiliki keinginan  untuk ikut dalam kontestasi, memulai titik start kerja-kerja politik yang terstruktur, sistematis dan massif.

Desain pemenangan Pemilihan Kepala Daerah biasanya akan dibagi dalam tiga tahapan sederhana. Pertama, tahapan pra kampanye. Kedua, masa kampanye pasangan calon, serta yang ketiga adalah masa pemenangan dan pengawalan suara di tingkatan TPS.

Lantas apa yang dilakukan pada setiap tahapan tersebut? Pada masa pra kampanye, adalah waktu bagi setiap calon menyusun dan melakukan desiminasi pesan dan produk kampanye politik.

Titik start, dimulai dari survei awal menyangkut sikap dan perilaku pemilih. Yang biasanya terbagi dalam 5 dimensi pokok. Bagaimana perilaku pemilih berdasarkan orientasi politik aliran, jenis kelamin, usia, pemilih urban dan desa, kelas sosial serta pendidikan dalam menyikapi berbagai isu sosial dan politik.

Selain mengukur dimensi perilaku pemilih atas berbagai isu sosial dan politik, biasanya pada survei awal dilakukan pula pemetaan  akan kandidat petahana (jika ada petahana yang ikut kontestasi) dan potensi penerimaan akan calon kandidat itu sendiri, baik sebagai petahana atau dalam posisi penantang.

Selanjutnya, dari pengetahuan akan aspek dimensi perilaku tersebut, tim kampanye akan menyusun produk kampanye, strategi promosi kandidat dan isu politik yang akan diangkat oleh setiap kandidat.

Untuk berbagai kebutuhan itulah, survei awal menjadi penting dilakukan pada satu tahun sebelum masa Pemilu dilaksanakan.

Jika mengukur pada aspek waktu, maka bulan yang tepat bagi setiap calon untuk melaksanakan survei awal adalah bulan depan yaitu September tepat setahun sebelum pelaksanaan Pemilu.

Karena pasca survei, kandidat masih memiliki waktu untuk menjalankan apa yang menjadi rekomendasi hasil survei awal tersebut. Menerjemahkanya dalam bentuk berbagai alat peraga kampanye luar ruang, media sosial, serta dalam bentuk pertemuan tatap muka dengan pemilih sebelum akhirnya memiliki paket pasangan calon.

Partai dan Pasangan Calon

Setelah memiliki gambaran hasil survei awal dan kandidat telah memiliki popularitas yang cukup dan isu tentang diri dan program yang disampaikan telah tersosialisasikan dengan baik ke publik, maka tahapan selanjutnya adalah mendapatkan dukungan partai dan pasangan calon.

Biasanya, partai akan menjadikan dua prasyarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh seorang calon kepala daerah. Pertama, syarat elektabilitas kandidat dan kedua adalah syarat kesiapan finansial kandidat dalam melakukan kerja-kerja kampanye pemenangan.

Kedua aspek ini sudah menjadi standar umum yang berlaku pada setiap rezim pilkada. Namun yang perlu diperhatikan oleh mereka yang ingin ikut dalam kontestasi pemilihan kepala daerah tahun 2020, bahwa selain dua prasyarat diatas, biasanya ada syarat tambahan yakni kecukupan potensi dukungan parpol.

Juga syarat lain, seperti jika kandidat tersebut bukan anggota partai ada beberapa partai yang akan membuat prasyarat bahwa kandidat yang akan diusung jika terpilih harus bersedia menjadi kader partai mereka. Serta sejumlah syarat lain yang menjadi kebijakan internal setiap parpol.

Lobi dan negosiasi politik inilah yang menjadikan penetapan dukungan calon oleh Partai di tingkatan pusat sering berlangsung lambat bahkan tidak jarang, sampai pada batas terakhir sebelum pengajuan syarat dukungan parpol atas pasangan calon oleh penyelenggra berakhir.

Kampanye, Pemenangan, dan Pengawalan Suara

Setelah masa penetapan pasangan calon oleh KPU, maka selanjutnya adalah tahapan melakukan kampanye pada pemilih. Pembentukan struktur tim kerja, baik relawan maupun partai anggota koalisi, serta tentu saja berbagai debat program yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu.

Pada masa inilah, pasangan calon membutuhkan panduan di mana potensi basis mereka, basis lawan, potensi suara berdasarkan segmen serta program yang bisa menarik simpati dan dukungan pemilih.

Biasanya, pasca penetapan pasangan calon setiap calon akan melaksanakan survei kembali menyangkut aspek penting tentang posisi mereka setelah berpasangan, penerimaan pemilih secara geopolitik per-wilayah dan program kampanye yang bisa memiliki daya tarik pemilih.

Masa-masa ini adalah waktu kritis, melelahkan dan membosankan bagi setiap kandidat karena harus berhadapan dengan kerumitan dan akan semakin pelik jika mereka tidak memiliki panduan.

Apalagi semakin mendekati waktu pemilu, berurusan dengan saksi, relawan, tim dan berbagai serangan politik yang tidak jarang menyasar hal-hal yang bersifat pribadi dari setiap calon. Tentu hal ini,  bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, karena itu menjadi kepala daerah memang berat, yang tidak punya mental kuat tidak akan bisa.

Jadi survei saja dulu…

 

 

SHARE

LEAVE A REPLY